Penanganan Limbah Laboratorium Melalui IPAL Laboratorium

Diposting pada

Limbah merupakan salah satu hal yang tidak keberadaannya tidak diinginkan dan mengganggu makhluk hidup. Manusia juga tidak menginginkan limbah meskipun pada dasarnya justru manusia yang membuat limbah. Sementara itu, agar limbah aman dibuang maka dibangunlah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Di Indonesia sendiri banyak dibangun IPAL Laboratorium, IPAL Rumah Sakit, IPAL Komunal, IPAL Pabrik, IPAL Industri, dan lainnya. 

Dilihat dari tindakan pemerintah juga telah mengeluarkan ultimatum mengenai standar baku pembuangan limbah yang aman. Tahukah Anda limbah paling berbahaya dinamakan limbah B3 yakni bahan beracun dan berbahaya. Biasanya limbah B3 diperoleh dari laboratorium kimia dan alat-alat pengerjaannya. Limbah B3 berpotensi tinggi merusak lingkungan untuk jangka panjang dan membahayakan kesehatan hingga nyawa makhluk hidup.

Macam-macam Limbah Laboratorium

Limbah laboratorium yang dikenal hanya berupa air. Namun, faktanya wujud limbah laboratorium terbagi sebagai berikut ini:

1. Limbah Padat

Limbah padat merupakan buangan laboratorium kimia. Umumnya berbentuk lumpur, padatan, dan bubur dari sisa aktifitas laboratorium.

2. Limbah Cair

Limbah cair yakni sisa dari kegiatan yang wujudnya cair. Limbah cair ini digolongkan dalam beberapa jenis, antara lain:

  • Berdasarkan sifat fisika dan sifat agregat. Diukur dengan tingkat keasamannya melalui metode Titrimetrik,
  • Parameter logam diukur dengan metode SSA, contohnya Arsenik (As),
  • Anorganik non Metalik diukur menggunakan metode Biru Indofenol, contohnya Amonia (NH3-N),
  • Organik Agregat, seperti Biological Oxygen Demand (BOD),
  • Mikroorganisme, seperti bakteri E Coli yang diukur menggunakan metode MPN,
  • Air laut digunakan pengukuran dengan metode SPR-IDA-SSA, contohnya Tembaga (Cu).

3. Limbah Gas

Limbah gas yang menyebabkan polusi udara juga berasal dari laboratorium kimia. Biasanya limbah gas mengandung partikel jelaga dan asap, hidrokarbon, nitrogen oksida, sulfur dioksida, karbon monoksida, ozon dan timah.


Limbah gas muncul karena dilakukannya penambahan gas ke udara bebas melampaui kandungan alami. Pencemaran udara jangka panjang dari limbah gas dapat mengganggu saluran pernafasan hingga menyebabkan infeksi pernafasan.

Karakteristik Limbah B3

Kementerian Lingkungan Hidup menganggap Limbah B3 sebagai limbah paling berbahaya. Terlebih lagi limbah B3 mengandung bahan-bahan yang tidak dapat diterima lingkungan atau alam.

Limbah laboratorium dapat digolongkan sebagai limbah B3 ditinjau dari sifat dan konsentrasi didalamnya. Misalnya secara tidak langsung dan langsung mengakibatkan pencemaran lingkungan yang parah dan mengganggu kesehatan makhluk hidup.

Umumnya limbah B3 berasal dari bahan baku beracun dan berbahaya dan beracun, tetapi tidak digunakan lagi. Penyebabnya karena bahan baku tersebut rusak, tertumpah, sisa kemasan dan proses, hingga oli bekas kapal. Karakteristik Limbah B3 yang dapat dikenali, yakni :

  • Limbah mudah terbakar
  • Limbah mudah meledak
  • Limbah mengandung bahan reaktif
  • Limbah beracun
  • Limbah yang menyebabkan infeksi
  • Limbah dengan sifat korosif

Penanganan Limbah Laboratorium

Penanganan limbah laboratorium memiliki tahap awal yang harus dilakukan secara hati-hati, seperti berikut ini;

  • Limbah dibuang sesuai jenis yang dibagi dalam kantung-kantung berwarna,
  • Kantung-kantung berwarna diisi sampai kapasitasnya mencapai 2/3 bagian, 
  • Selanjutnya diikat pada bagian atas dan diberikan nama label dengan jelas,
  • Pengangkutan kantung dengan cara memegang lehernya. Sebab jika dibawa dengan gerakan mengayun akan tercecer keluar,
  • Petugas yang mengumpulkan limbah wajib kantung-kantung berwarna menjadi satu, kemudian kantung tersebut dikirimkan,
  • Umumnya kantung-kantung limbah disimpan ke dalam kotak yang kedap air, kutu, dan hewan perusak, barulah akhirnya diangkut menuju tempat pembuangan.

Manfaat IPAL Laboratorium

Pembangunan IPAL Laboratorium bermanfaat penuh demi menjaga lingkungan dan kesehatan makhluk hidup disekitarnya. Jika dilihat secara keseluruhan berikut ini manfaat adanya IPAL Laboratorium.

1. Lebih Ramah Lingkungan 

Pada dasarnya tidak ada limbah yang ramah lingkungan. Namun, IPAL mampu menetralisir zat kimia dari limbah laborium melalui proses kimia, fisika, dan terakhir biologi. Sehingga, ketika limbah dibuangkan ke badan sungai dapat diterima dan tidak mengganggu ekosistem.

2. Tidak Menyebabkan Efek Samping

Keberadaan IPAL juga tidak menyebabkan efek samping karena adanya sistem biofilter anaerob aerob. Jadi, udara, tanah, air, dan makhluk hidup sekitar IPAL tidak akan tercemar ataupun musnah.

3. Perawatan Mudah dan Murah

Menelisik aspek perawatan IPAL Laboratorium juga terbilang praktis dan murah. Apabila diperbaiki hanya memakan budget minim. 

4. Hemat Lahan

Pembangunan IPAL tidak membutuhkan lahan banyak alias hemat tempat. Terutama IPAL yang memiliki reaktor Biona Plus memerlukan lahan seadanya.

5. Kinerja Efektif

Meninjau kinerja IPAL tergolong paling efektif dalam pengolahan berbagai jenis limbah laboratorium. Apalagi ditambah kapasitas penampungan limbah yang tergolong besar. 

IPAL Laboratorium Dari Toya Arta Sejahtera

Limbah Laboratorium pada dasarnya membutuhkan penanganan khusus. Pastinya penanganan rutin guna menetralisi limbah sebelum dibuang ke badan sungai tidak selalu dilakukan manusia. Alih-alih menjaga lingkungan justru menyebabkan terkena penyakit berbahaya.

Oleh sebab itu, dibangunlah IPAL Laboratorium yang berfungsi mengolah limah. Mulai dari tahap perencanaan, pembangunan, hingga perawatan dilakukan oleh jasa kontraktor profesional. Tahukah Anda ternyata Toya Arta Sejahtera dapat menjadi mitra terbaik membangun IPAL.

Toya Arta Sejahtera adalah perusahaan yang bergerak dalam jasa konsultan dan kontraktor IPAL, STP, WTP, dan WWTP. Proyek pembangunan IPAL yang ditangani untuk laboratorium, rumah sakit, puskesmas, hotel, apartemen, perumahan (domestik), dan pabrik.

Pengerjaannya pun dilakukan oleh tim terbaik agar hasilnya berkualitas dan tahan lama. Toya Arta Sejahtera juga berpengalaman menjadi mitra dalam proyek kecil sampai proyek besar. Jangkauan wilayah yang ditangani luas, tidak hanya Pulau Jawa saja tetapi meliputi seluruh wilayah Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat mengunjungi website resmi Toya Arta Sejahtera (https://www.toyaartasejahtera.net).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *